Orang orang yang tidak kesepian akan berpikir kesepian itu hening. Tidak. Kesepian itu gaduh. Menjerit tanpa suara. Di dalam kepala. Di dalam dada yang mengetuk-ngetuk minta ditusuk. Ia seperti ruangan penuh asap di mana tak satu pun jendela bisa dibuka, dan tak ada seorang pun yang sadar ada orang yang seharunsya minta pertolongan.
Kesepian yang sesungguhnya bukan soal tak ada orang. Tapi tak ada yang mengerti, tak ada yang berani untuk mendekati. Tak ada yang sadar.
Kesepain itu tidak ingin ditemani, tapi dimengerti. Tak harus simpati atau bahkan empati. Tapi mereka malah menawarkan doa dan nasihat. Sebaiknya, seharusnya, tidak bisakah mereka mendegarkan saja?
Seolah kesedihan itu aib, kesepian itu penyakit, dan air mata harus diseka, maka aku selalu siap untuk baik baik saja.
Aku butuh ruang untuk merasa.Bahwa ini wajar. Bahwa ini fase, bukan final. Sanggup atau tidak sanggup, jerat ini makin mengikat. Tak tahulah, aku hanya bermodal paracetamol untuk mengurangi sakit kepala. Dan berdoa untuk mati rasa dan hilang ingatan walaupun sementara.
0 Komentar